SEJUTA CERITA DI BALIK KKN

SERBA-SERBI KKN



Kamis 16 Juli 2024 Sinar mentari menyingsing, tiba saatnya kami mahasiswa UIN SATU Tulungagung melaksanakan Kuliah Kerja Nyata alias KKN di desa Prambon, Kecamtan Tugu, Kabupaten Trenggalek. Persiapan sudah kami lakukan dari jauh-jauh hari. Kami sudah menyiapkan barang-barang kebutuhan kami 2 minggu sebelum pelaksanaan. Dikarenakan tempat KKN dekat dengan rumah aku maka aku pun berangkat terlebih dahulu.

            Tibalah di tempat KKN. Salah satu oknum koordinator orang mengatakan bahwa dirinya berada di posko. Aku pun coba untuk mengkonfirmasinya. Namun, apalah yang aku dapat justru candaan. Mirisnya dia seorang koordinator. Cukup miris untuk seorang koordinator mempermainkan anggotanya. Tapi syukurlah karena ini masih di kotaku, aku tak begitu asing aku pun sebenarnya masih bisa untuk pulang lagi ke rumah tapi aku putuskan untuk menunggu saja.

            Ketika itu masih hari pertama. Masih ada 39 Hari ke depannya. Benar, karakter orang berbeda-beda tapi kurang pantas aja mempermainkan anggota seperti itu, terlebih dia sebagai koordinator.  Begitulah manusia, beercanda itu boleh saja tapi liat terlebih dahulu situasi dan kondisinya. Namun, di balik itu dia seseorang yang patuh sama ibunya.  Dia berbicara dengan bahasa Jawa halus kepada ibunya, cukup mengesankan bagiku.

            Hari pertama berakhir, tibalah di hari kedua KKN. Di hari ini kami masih belum mengerjakan proker. Singkat cerita tibalah di hari ketiga, di hari ketiga ini kami melaksanakan program kerja yang pertama yakni anjangsana ke rumah-rumah penduduk. Namun, karena kurangnya koordinasi kami sempat keliru target. Aku sebenarnya masuk ke dalam divisi media dan saat itu aku ditugaskan bersama divisi lingkungan dan kesehatan.

            Lanjut hari keempat, bertepatan dengan hari minggu. Kegiatan kita adalah giat bersih. Kita dibagi menjadi empat kelompok. Satu membersihkan masjid, satu lagi membersihkan musholla. Sedangkan dua lainnya membersihkan dua posko tempat kami tinggal selama KKN.

            Hari selanjutnya masih melanjutkan sosialisasi proker, kali ini aku tergabung dalam divisi ekonomi untuk dokumentasi. Divisi ekonomi pada hari ini mensosialisasikan prokernya ke pabrik pengolahan tahu. Hari-hari selanjutnya masih sama yakni dengan hari-hari sebelumnya yaitu dokumentasi divisi-divisi lainnya.

PROBLEMATIKA

            Hari demi hari kita lewati bersama. Satu minggu, dua minggu, tiga minggu tak terasa sudah kami lalui bersama. Hidup bersama dengan lebih dari 20 orang tentunya ada yang bikin senang ada pula yang bikin jengkel. Ada seseorang yang bisa dibilang menggojloki aku. Sebenarnya aku sendiri pun tidak tahu apakah itu termasuk bullying atu tidak. Namun, hal tersebut aku anggap sebagai candaan biasa ya hitung-hitung sebagai alat untuk membaur bersama kawan-kawan se-KKN ini. Tak mungkin jika aku KKN hanya berteman diri sendiri.

            Itu dari sisi sosial. Dari sisi jobdesk tentu ada pula problem. Sempat ku jelaskan tadi, bahwa aku tergabung dalam divisi media dan publikasi alias PDD atau dekdok. Ya, kita kerjanya dokumentasi, editing video dan hal-hal lain yang berhubungan dengan media. Nah, ada satu problem di sini yang cukup menyulitkan bagiku. Hal itu adalah “iphone oriented”. Ya, aku paham kita perlu gambar yang bagus dan perangkat yang juga bagus. Tapi apalah dayaku, perangkat yang ku miliki sudah berumur lebih dari lima tahun.

            Tak henti di situ, beberapa hari kemudia ada suatu kejadian yang membuat saya sedikit jengkel. Ketika itu, saya ditugaskan untuk meliput kegiatan divisi kesehatan oleh CO divisi media. Lantas di mana problemnya? Problemnya ya “iphone orriented” tadi. Perangkat yang ku gunakan adalah Hp Samsung Galaxy J4 yang usianya udah lima tahun bahkan mungkin lebih. Sebagai anggota ya aku tentu sesuai arahan akan tetapi aku harus pinjam perangkat dari temanku yang memiliki hp iphone. Aku-nya juga salah sebenarnya di sini karena membuang-buang waktu. Betul, aku hanya seorang anggota namu aku juga tak mau jika didominasi. Ya begitulah serba-serbi bekerjasama dengan orang banyak.

ASMARA

            KKN tak lengkap jika tidak membicarakan asmara. KKN cinta lokasi itu biasa karena seperti pepatah jawa “tresno jalaran soko kulino”  yang artinya cinta berawal dari kebiasaan. Ada salah satu temanku yang cinlok alias cinta lokasi. Asal mereka tahu batasan itu boleh saja. Aku pun sebenarnya suka dengan salah satu orang. Sebenarnya aku sudah menyusun rencana. Sayang sekali, renacanaku gagal karena temanku juga. Intinya, jangan bilang siapapun kalau kalian suka sama temen kalian se-KKN karena jika kalian bilang-bilang kalian akan dicomblang-comblangkan dengan sema orang yang kalian suka. Hal tersbut akan membuat kalian sama-sama sungkan dan akhirnya saling menjauh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebelum Semua Diam

Tuai Kritik, Dunia Pesantren Jadi Sorotan