ROUTING STATIC DI CISCO PAKET TRACER
Sebelum menuju langkahnya kita bebaskan dulu nih apa itu routing statistic dan aplikasi cisco packet tracer. kita ke penjelasan routing terlebih dahulu. Routing terbagi dua yaitu menjadi routing static dan routing dinamic untuk perbedaannya dalam bahasa mudahnya adalah sebagai berikut jika kita menggunakan routing static kita harus memasukkan alamat IP baik Ip address dan Next hop-nya sedangkan jika kita menggunakan routing dinamic kita tinggal mengisikan seluruh ip yang digunakan ke RIP mislanya dan sistem yang akan menerjemahn ip ip tersebut.
Cisco packet tracer adalah sebuah apliaksi untuk memdesign atau merancang suatu topologi (jaringan komputer) sebelum dibuat secara real atau yang asli dan berguana sekali untuk membuat topologi di dalam aplikasi sudah di siapkan beberapa peralatan untuk membangun jaringan komputer seperti router,switch,hub,repeater, perangkat akhir, titik akses dll. Bahkan kabelnya juga lengkap dari UTP hingga console beserta port walupun kdang portnya adda yang tidak terpasang dan sama yang seperti kita ketahui bila alat alat tersebut cukup mahal harganya sebagai contoh harga router ada yang 300 ribuan hingga 1 juta ke atas. Jadi tidak heran jika aplikasi ini cukup membantu apalagi buat anak ITK (Informasi Teknologi dan Komunikasi) khusunya TKJ (Teknik Komputer Jaringan).
Langkah - langkahnya :
Siapkan / gambar topologi terlebih dahulu
Contoh:
Atur / setel ip di router 1 dan 2, jangan sampai ada yang terbalik antara kabel yang menuju switch atau router 2
Atur / setel ip di masing-masing pc dengan ip yang telah ditentukan
Merutekan statistik router ip. Router> perutean> statistik. Di sana ada 3 kolom
Jaringan = NA (Alamat jaringan) yg menuju pc
Masker/subnetmask
Next Hop = ip router selanjutnya. Contohnya jika kalian set adalah router 1 maka next hop-nya adalah ip router ke 2 dan begitu juga sebaliknya. jika yang kalian set adalah router 2 maka next hop-nya adalah router 1
Langkah terakhir adalah dengan melakukan ping baik pc ke pc. PC ke router. Baik melalui Command Prompt (CMD) atau menggunakan alat fungsi di Cisco.
Komentar
Posting Komentar