MODERASI ISLAM : JALAN TENGAH

     Jum'at 03 September 2021, kami mahasisawa KPI-1D mengikuti mata kuliah seperti hari hari seblumnya namun, karena suatu hal pada hari ini jam mata kuliah hari ini dimajukan. hari ini adalah jadawalnya mata kuliah moderasi islam. pda kesempatan itu kita membahas tentang apa sih itu moderasi islam ? dan supaya kami lebih mudah memahamiya dosen kami memberikan bebrapa contoh antara seminar lain.

    Kemudian kita berdiskusi tentang apa itu seminar, apa saja elemennya. selanjutnya kami diberi tahu apa saja elemen elemen yang ada di seminar antara lain sebagai berikut :

1.Narasumber

2. Peserta

3. Moderator

setelah kami diberitahu apa saja elemennya kemudian kita berdiskusi lagi apa saja tugas dari seorang moderator. ada beberapa yang menjawab tugas moderator adalah mengatur jalannya seminar atau diskusi agar tidak terjadi kekacauan. 

    Walupun jawaban itu sebenarnya juga tidak salah namun dosen kami Bpk. Ngainun Na'im, S.Ag., M.HI. Tambahkan jika tugas moderator selain mengatur penyiaran seminar dan menyampaikan pesan kepada peserta akan tetapi moderator juga bertugas untuk menyimpulkan isi seminar tersebut. meskipun demikian ada saja moderator yang enggan untuk menyimpulkan dari isi seminar.

    Kemudian dilanjutkan dengan membahas apa itu moderasi islam atau islam moderat ? yang kemudian dijelaskan oleh dosen kami dengan sebuah perumamaan yakni apa sih yang ada di antara pelit dan boros. Ada yang menjawab dengan hemat kemudian ditambahkanlagi oleh dosen kami yaitu dermawan. Dan kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan yang sama namun objeknya diganti.

    Setelah itu, kami membahas apa itu moderasi islam atau islam moderat ? yang kemudian juga dijawab oleh beliau sendiri bahwa moderasi islam atau islam moderat adalah islam yang tengah - tengah. Apa maksud islam tangah tengah adalah islam yang tidak terlalu fanatik atau ekstrim yang selalu menggangap orang lain salah apabila tidak sama dengan ajaran mereka contohnya dengan mengkafirkan sesama muslim dan tidak juga islam yang terlalu bebas dengan memerdekakan wanita tidak berhijab. 

    Kesimpulannya adalah kita harus melakukan sesuatu hal dengan sesuai porsinya atau proporsional atau seperlunya atau ditengah tengah baik dari segi sosial dan agama, Contohnya sepeti di atas tadi yaitu dermawan yang bermaksud tidak terlalu pelit dan tidak terlalu boros, kemudian beragama tidak terlalu ekstrim dan tidak terlalu bebas (bebas). 

.

.

.

Penulis : Fatra Aditya








Komentar

  1. Catatan yang bagus. Terus kembangkan potensi menulismu. Blog kamu ini kan tinggal isi dengan tulisan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebelum Semua Diam

Tuai Kritik, Dunia Pesantren Jadi Sorotan

SEJUTA CERITA DI BALIK KKN