KLAIM BUDAYA?

Baru-baru ini viral terkait dengan lagu berjudul Hello Kuala Lumpur yang di unggah di kanal youtube Lagu Kanak TV Malaysia yang dinilai mirip dengan Lagu Halo-Halo Bandung ciptaan Ismail Marzuki. Lagu Halo-Halo Bandung sendiri diciptakan untuk mengingat peristiwa bumi hangus di Bandung Jawa Barat yang dikenal dengan peristiwa Bandung Lautan Api. Peristiwa tersebut bermula ketika pasukan sekutu akan menguasai tanah air khusus Kota Bandung dengan menyampaikan ultimatum kepada rakyat Bandung untuk mengompol kota. Para pendiri pun berinisiasi membakar kota bandung dengan harapan tidak ada yang bisa dimanfaatkan oleh pihak sekutu. Dan puncaknya ketika para pejuang membakar dan mengiklankan gudang peluru milik Belanda.

(Img src: Pagram.id)

Dalam konteks lagu, lagu halo kuala lumpur tersebut hanya mengganti sebagian lirik dari lagu halo-halo bandung. Seperti lirik bandung yang diubah menjadi kuala lumpur, periangan menjadi keriangan. Memang secara aturan mengenai lagu kurang begitu jelas bagaimana sebuah lagu bisa dianggap plagiat. Patokan yang selama ini yang digunakan adalah 8 bar. Yakni ketika terdapat 8 bar yang sama dengan lagu lainnya maka lagu tersebut dianggap sebagai plagiarisme. Lagu tersebut telah diunggah dari 3 tahun lalu dan dalam deskripsinya mencantumkan kalimat “lagu patriotik malaysia” hal ini lah yang membuat netizen Indonesia semakin geram. Netizen Indonesia pun mengangkat kembali kasus-kasus klaim sepihak dari Malaysia atas Kebudayaan Indonesia.
Mulai dari rendang, reog ponorogo, batik hingga angklung. Sementara itu dari sisi malaysia mereka tidak merasa mengklaim lagu halo-halo bandung. Mereka beralasan bahwa dalam lagu tersebut tidak ada logat malaysia sama sekali dan dalam pola kalimat bahasa Indonesia. Berikut perbedaan lirik antara lagu Halo-Halo Bandung dengan Helo Kuala Lumpur.

Halo Halo Bandung :

Halo Halo Bandung, Ibukota Periangan

Halo Halo Bandung, Kota Kenang-Kenangan

Sudah Lama Beta, Tidak Berlompatan Dengan Kau

Sekarang Telah Menjadi Lautan Api,

Mari Bung Bantah Kembali.

Halo Kuala Lumpur :

Halo Kuala Lumpur, Ibukota Keriangan

Halo Kuala Lumpur, Kota Kenang-Kenangan

Sudah Lama Aku, Tak Berlompat Denganmu

Sekarang Sudah Semakin Maju,

Aku Senang Sekali.


KASUS KLAIM MALAYSIA .

Pada tahun 2021 pernah viral adidas meluncurkan sepatu bertema wayang dan menyebut wayang adalah budaya warisan dari Malaysia. Sedangkan wayang sendiri sudah didaftarkan oleh pemerintah Indonesia ke UNESCO (United Nation, Scientific and Cultural) sejak tahun 2003 yang lalu. Kemudian Reog Ponorogo, Malaysia sempat mengklaim Reog Ponorogo adalah budaya mereka meskipun jelas dalam kesenian tersebut menyebut tempat asal dari kesenian tersebut, yakni Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Malaysia telah mengajukan reog ke UNESCO sejak tahun 2007 sedangkan Indonesia sendiri baru mendaftarkannya pada bulan Februari tahun lalu. 
Selain terdapat batik, batik juga masih diperdebatkan siapa pemilik dari batik ini, mengingat negara-negara lain juga mempunyai batik dengan ciri khasnya masing-masing. Namun, jika Merujuk kepada pihak yang berwenang dalam hal ini UNESCO maka batik adalah milik Indonesia yang diakui sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non-bendawi pada tanggal 2 Oktober 2009 dan oleh karena itulah tanggal 2 Oktober diperingati sebagai hari batik.

(img src: paragram.id)

Tak berhenti di situ, Malaysia juga mengklaim rendang, makanan khas Minangkabau, Sumatera Barat. Kepemilikan rendang ini masih diperdebatkan. Meskipun masih diperdebatkan rendang sendiri sudah diakui oleh UNESCO sebagai hidangan khas Indonesia pada tahun 2013. Malaysia juga pernah mengklaim angklung alat musik tradisional dari Jawa Barat sebagai warisan budaya mereka. Alat musik yang terbuat dari bambu tersebut telah diakui sebagai milik Indonesia pada November 2010. 

Lalu mengapa bisa begitu banyak kebudayaan dari Indonesia yang diklaim oleh Malaysia? Jika dirunut sejarah hal ini berawal dari masa kerajaan. Pada masa tersebut Indonesia dan Malaysia seringkali berada di bawah naungan satu kerajaan baik Majapahit, Sriwijaya maupun Johor dan Malaka. Masyarakat Indonesia juga banyak yang merantau ke wilayah Malaysia, kemudian mempertunjukkan dan melestarikan kebudayaan-kebudayaan mereka di tanah rantau (Malaysia).

INDONESIA JUGA KLAIM BUDAYA

Indonesia sangat protektif dengan klaim budaya yang dilakukan oleh Malaysia. Namun, Indonesia sendiri juga melakukannya. Contohnya adalah Barongsai yang kini juga dianggap sebagai budaya dari Indonesia. Selain itu ada Nasi Goreng, nasi goreng sendiri berasal dari tiongkok. Namun kini nasi goreng dianggap sebagai hidangan nasional Indonesia.

jadi bagaimana menurut kalian kawan? beri komentar di bawah 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebelum Semua Diam

Tuai Kritik, Dunia Pesantren Jadi Sorotan

SEJUTA CERITA DI BALIK KKN